Akhir-akhir ini, ada banyak istilah baru yang terkait dengan sekolah dan program pendidikan. Salah satunya adalah KKTP, istilah yang muncul sejak saat penerapan Kurikulum Merdeka. Hanya saja, masih banyak orang yang belum tahu KKTP adalah apa.
Padahal, eksistensinya sangat dekat dengan proses belajar mengajar di sekolah selama Kurikulum Merdeka diterapkan. Karena itu, Bapak/Ibu perlu tahu lebih banyak soal apa itu KKTP dan bagaimana penerapannya di sekolah agar selalu selaras dengan tujuan pendidikan!
Baca Juga:
Cara Cetak Kartu NUPTK Online & Manual Terbaru
Mengenal Apa Itu KKTP
Penting untuk Bapak/Ibu ketahui jika KKTP singkatan dari Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran, sebuah kriteria vital dalam proses belajar mengajar. Pada saat mengajar, Bapak/Ibu pasti punya tujuan. Kriteria ini bisa jadi acuan untuk mencapai tujuan tersebut.
Mengingat istilah KKTP artinya Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran, maka Bapak/Ibu tidak boleh asal saat menyusun rencana dan metode pembelajaran. Pun pada saat eksekusinya di dalam kelas agar tujuan pembelajaran bisa tercapai tanpa hambatan berarti.
Banyak orang yang bingung membedakan di antara Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dan menganggap kedua hal ini sama. Padahal, perbedaan KKTP dan KKM itu jelas karena keduanya punya konsep berbeda.
KKTP adalah kriteria yang berfokus pada apakah peserta didik mampu mencapai tujuan pembelajaran atau tidak. Sedangkan KKM lebih berorientasi pada nilai. Melalui kriteria ketuntasan ini, guru menetapkan nilai minimal untuk mencapai harapan atau tidak.
Baca Juga:
Apa itu Pembelajaran Interaktif: Metode, Contoh & Penerapan
Cara Menerapkan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran
Setelah tahu apa kepanjangan KKTP dan kenapa eksistensinya penting dalam proses belajar mengajar. Karena itu, kini saatnya untuk membahas bagaimana cara untuk menerapkan kriteria ini di sekolah PAUD, SD, SMP, SMA, atau satuan pendidikan lainnya!
1. Tetapkan Tujuan
Karena berorientasi pada tujuan, langkah pertama dalam cara menentukan KKTP adalah menetapkan tujuannya. Biasanya, tujuan setiap pembelajaran bisa berbeda tergantung pada materi dan faktor-faktor lain. Jadi, pastikan tujuannya selalu relevan dengan situasi.
Misalnya pada materi bahasa Inggris tentang direction, Bapak/Ibu bisa menetapkan tujuan “peserta didik bisa menerima dan memberikan arahan tentang arah secara oral dan tulisan”. Hal yang sama juga berlaku untuk materi pembelajaran yang lainnya.
2. Buat Kriteria dengan Spesifik
Mengingat KKTP adalah hal vital, maka pastikan Bapak/Ibu membuat poin kriteria dengan sangat spesifik. Tujuannya untuk memudahkan saat menerapkannya di kelas dan saat evaluasi. Jadi Anda bisa paham apakah tujuan pembelajaran tercapai atau tidak.
Sebagai catatan, hindari untuk membuat kriteria yang tidak masuk akal atau terlalu sulit untuk dicapai. Pastikan Anda juga bisa mengukur dan mengobservasinya dengan mudah. Jangan memilih poin dan kriteria yang terlalu abstrak dan sulit untuk dibuktikan.
Pastikan juga kriteria sudah sesuai dengan panduan KKTP dalam Kurikulum Merdeka yang berlaku saat ini. Berbeda dengan KKM yang hanya muncul di akhir pembelajaran saja, Bapak/Ibu harus sudah menerapkan KKTP sebelum, selama, dan setelah KBM.
3. Terapkan Saat Menyampaikan Materi Selama Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)
Seperti apa yang sudah Bapak/Ibu ketahui, fungsi KKTP adalah untuk menjadi acuan terkait apakah peserta didik bisa mencapai tujuan pembelajaran atau tidak. Jadi, saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, Bapak/Ibu juga harus melakukan observasi di kelas.
Cara untuk observasi pun sangat beragam, tidak harus selalu dari ujian atau kuis dadakan. Selain melihat pemahaman para peserta didik dari ujian dan kuis, Bapak/Ibu juga bisa melihat kompetensi siswa dari diskusi, presentasi, portofolio, proyek, dan lainnya.
Bapak/Ibu juga bisa sekalian menerapkan implementasi P5 selama pembelajaran di dalam kelas dan di luar kelas. Lakukan semua metode yang Bapak/Ibu perlukan agar semua kriteria terpenuhi dan tujuan pembelajaran tercapai sehingga para siswa bisa berkembang.
Baca Juga :
Implementasi P5 di Sekolah: Konsep dan Contoh Penerapan
4. Evaluasi Apakah Tujuan Berhasil Tercapai atau Belum
Langkah selanjutnya dari KKTP adalah evaluasi, tidak jauh berbeda dari program pembelajaran yang lain. Pada tahap ini, Bapak/Ibu bisa menilai keberhasilan proses belajar mengajar, apakah para siswa berhasil mencapai tujuan pembelajaran atau belum.
Hanya saja, cara penilaiannya tidak selalu berorientasi pada angka 1-100 seperti pada KKM. Hal ini mengingat format KKTP berbeda, biasanya lebih fokus pada rubrik, deskripsi kriteria, atau interval nilai. Hal ini membuatnya lebih fleksibel dan mudah dipahami.
Pada bagian rubrik, biasanya Bapak/Ibu dapat menemukan apakah siswa tersebut sudah cakap, mahir, atau belum memenuhi ekspektasi. Hal yang sama juga berlaku untuk format deskripsi kriteria, cukup tulis apakah mereka mencapai kriteria atau belum.
Untuk memudahkan penilaian, Bapak/Ibu juga bisa membuat interval nilai antara 0-49%, 50-69%, 70-89%, dan 90-100%. Semakin dekat siswa tersebut dengan tujuan pembelajaran, maka semakin besar pula persentase interval nilai dari siswa tersebut.
5. Tahap Penyesuaian
Mengingat KKTP adalah komponen yang sangat esensial dalam proses belajar mengajar di sekolah, Bapak/Ibu perlu segera melakukan penyesuaian jika hasil akhirnya kurang maksimal. Misalnya saat sebagian besar dari siswa tidak mencapai tujuan.
Apabila hal ini terjadi, artinya ada yang salah dengan metode pembelajaran atau faktor-faktor lain yang sejenisnya. Hal ini juga bisa terjadi karena tujuan yang tidak masuk akal atau terlalu abstrak. Jika iya, penilaian hampir tidak mungkin untuk dilakukan.
Sebagai solusi, pertama-tama Bapak/Ibu bisa menganalisis sumber masalahnya terlebih dulu. Cek apakah tujuan, kriteria, atau metode pembelajarannya yang kurang tepat. Setelah ketemu, Bapak/Ibu dapat memperbaikinya untuk kepentingan para peserta didik.
Sesuaikan tujuan, kriteria, atau metode dengan alternatif yang lebih baik sehingga para siswa bisa menyerap materi dengan lebih baik. Ketika siswa sudah paham dengan materi, mereka bisa lebih mudah mencapai semua kriteria dan tujuan pembelajarannya.
Penutup
Jadi, bukan hanya KKM yang penting dalam proses belajar mengajar, tapi KKTP juga tidak kalah vital. Fungsinya agar siswa bisa mencapai tujuan pembelajaran sesuai dengan kriteria yang sudah terlebih dulu Bapak/Ibu tentukan.
Karena KKTP adalah bagian penting dalam perencanaan dan evaluasi pembelajaran, penyusunannya perlu dilakukan secara serius dan terstruktur agar pelaksanaan asesmen berjalan optimal. Untuk mendukung pengelolaan administrasi serta publikasi informasi sekolah yang lebih rapi dan profesional, Bapak/Ibu dapat mempertimbangkan penggunaan website sekolah. Jika sedang mencari jasa buat website sekolah yang terpercaya dan mudah dikelola, MySCH.id siap membantu menghadirkan solusi website sekolah sesuai kebutuhan satuan pendidikan.