Mau bikin platform e-learning dengan Moodle di hosting? Ikuti cara install Moodle yang ada di sini.
Moodle, jadi platform pembelajaran yang begitu populer dan banyak jadi pilihan institusi pendidikan di seluruh dunia.
Dengan install Moodle di hosting, nantinya kamu bisa mengelola kursus online dengan fitur-fitur lengkap serta mudah dalam penggunaannya.
Ingin tahu lebih lengkap tahapan instalasinya? Cek sini!
Baca Juga :
Website Sekolah Resmi untuk SD–SMK | Mudah, Aman, Siap Pakai
Apa Itu Moodle?
Moodle merupakan platform LMS berbasis PHP dengan sistem database seperti MySQL, MariaDB, atau PostgreSQL.
Banyak sekolah, kampus, dan lembaga kursus mengandalkannya karena fleksibel, stabil, serta punya ekosistem plugin yang luas. Selama server memenuhi syarat teknis, Moodle bisa berjalan cukup ringan.
Agar proses instalasi berjalan lancar, server perlu menyediakan web server seperti Apache, Nginx, atau LiteSpeed.
PHP wajib menyesuaikan versi yang direkomendasikan Moodle terbaru, umumnya mulai PHP 8.x.
Sistem database menjadi tulang punggung penyimpanan data pengguna, kursus, serta aktivitas belajar.
Selain itu, ruang disk dan memori perlu menyesuaikan jumlah user supaya performa tetap terjaga saat trafik meningkat.
Kalau kamu pakai shared hosting, penyedia layanan biasanya sudah menyiapkan kebutuhan dasar tersebut.
Kamu hanya perlu menyesuaikan versi PHP serta modul pendukung lewat cPanel. VPS atau server mandiri memberi kontrol lebih luas, namun menuntut setup manual sejak awal. Dua skenario ini paling sering dipakai, jadi kita bahas satu per satu.
Baca Juga :
5 Contoh Website SMK Terbaik dan Menarik
Cara Install Moodle di Web Hosting
Ikuti proses instalasinya langkah demi langkah di bagian berikut:
1. Siapkan Domain/Subdomain
Pertama, kamu bisa memakai domain utama atau membuat subdomain khusus seperti belajar.namadomain.com.
Akses menu Domains lalu pilih Subdomains, kemudian buat subdomain sesuai kebutuhan.
Langkah ini membantu pemisahan file Moodle dari file website lain, sehingga pengelolaan lebih rapi dan risiko error berkurang.
Baca Juga :
Cara Daftar Domain Sch.id Paling Mudah, Cukup 3 Langkah!
2. Buat Database
Masuk ke menu MySQL Databases. Lalu, buat satu database baru dan lanjutkan dengan membuat user, lalu hubungkan user ke database tersebut dengan akses penuh.
Catat nama database, username, dan password sejak awal karena data ini akan kamu masukkan saat proses instalasi Moodle berjalan.
3. Upload File Moodle
Unduh Moodle versi terbaru dari situs resminya, lalu ekstrak file tersebut pada komputer lokal.
Masuk ke File Manager, buka folder public_html atau folder subdomain, kemudian unggah seluruh file Moodle.
Setelah proses ekstrak selesai, kamu bisa memindahkan isi folder moodle ke root agar URL tampil lebih sederhana dan mudah diingat.
4. Sesuaikan Permission
Selanjutnya, sesuaikan Permission. Permission file memegang peran penting agar Moodle bisa menulis konfigurasi dan data sementara.
Pastikan folder memakai permission 755 dan file memakai 644. Kalau ada error terkait write access, maka cek ulang bagian ini lewat File Manager atau FTP, lalu sesuaikan secara manual.
5. Atur PHP
Buka menu Select PHP Version lalu pilih versi PHP yang sesuai dengan Moodle yang kamu pakai.
Aktifkan modul penting seperti mysqli, intl, dan fileinfo karena Moodle membutuhkannya untuk proses database dan pengolahan data. Langkah ini sering terlihat sepele, tapi sangat menentukan kelancaran instalasi.
6. Mulai Installer
Buka browser lalu akses URL tempat file Moodle berada. Installer otomatis akan muncul dan memandu proses awal.
Pilih bahasa, masukkan detail database, lalu buat akun admin beserta nama situs dan zona waktu.
Sistem akan melakukan pengecekan server, membuat tabel database, dan menghasilkan file config.php.
Kalau sistem meminta kamu mengunduh file config terlebih dulu, berarti folder belum bisa ditulisi otomatis. Ikuti instruksi tersebut, lalu unggah ulang file config sesuai petunjuk.
7. Selesai & Cek Admin
Setelah instalasi selesai, maka kamu akan melihat dashboard admin. Login menggunakan akun yang sudah dibuat, lalu cek pengaturan dasar seperti tema, kursus awal, serta plugin tambahan. Tahap ini penting agar Moodle siap dipakai tanpa kendala.
Baca Juga:
7 CMS Website Sekolah Terbaik dengan Fitur Unggulan
Cara Menginstall Moodle Di Server VPS
Alur install Moodle pada server mandiri tetap sama, namun kamu perlu menyiapkan fondasi server lebih dulu.
1. Install Stack Server
Gunakan sistem operasi seperti Ubuntu lalu pasang Apache, MariaDB, PHP, dan extension pendukung. Namun, pastikan dulu semua modul PHP yang dibutuhkan Moodle tersedia agar tidak muncul error saat pengecekan sistem.
2. Buat Database
Masuk ke MariaDB atau MySQL lewat terminal. Buat database baru, buat user, lalu beri hak akses penuh ke database tersebut. Proses ini mirip dengan hosting, hanya beda alat.
3. Upload Moodle
Salin folder Moodle ke web root seperti /var/www/html. Buat folder moodledata terpisah dari web root, misalnya /var/moodledata, lalu atur permission agar web server bisa menulis data dengan aman.
4. Konfigurasi Apache
Selanjutnya, buat file Virtual Host untuk domain atau subdomain Moodle. Aktifkan konfigurasi tersebut lalu reload Apache agar perubahan langsung berjalan.
5. Jalankan Installer
Akses domain Moodle lewat browser. Installer akan muncul dan memandu proses seperti pada hosting. Ikuti langkahnya sampai dashboard admin tampil sempurna.
Dengan alur install Moodle ini, maka kamu sudah punya pondasi kuat untuk menjalankan Moodle.
Sisanya tinggal menyesuaikan konfigurasi lanjutan seperti cron job, backup, serta optimasi performa sesuai kebutuhan pengguna.
Baca Juga :
Optimalisasi Sekolah dengan Sistem Manajemen Sekolah Online
Gunakan VPS Termurah & Terbaik untuk Semua Kebutuhan agar Lancar
Kalau kamu butuh VPS yang stabil, fleksibel, dan ramah anggaran, Biznet Gio layak masuk shortlist teratas.
Mulai dari Rp50.000 per bulan, kamu sudah dapat VPS Indonesia dengan bandwidth gratis, performa network kencang, serta uptime 99,9%.
Resource dedicated bikin server tetap ngebut untuk website, aplikasi, SEO tools, sampai project DevOps.
Ditambah proteksi keamanan berlapis dan support 24/7 yang sigap. Untuk kebutuhan VPS terbaik, Biznet Gio Cloud bisa jadi jawabannya.
*artikel ini hasil kerjasama BiznetGio dan MySCH.id