Selama mau belajar, membuat website sekolah dengan WordPress bukanlah hal sulit. Hal yang perlu kamu lakukan hanyalah memahami alur dan mau eksplor sedikit demi sedikit.
WordPress jadi pilihan paling rasional sebab sistemnya matang, komunitasnya besar, fiturnya luas, serta pengelolaannya terasa ramah bahkan untuk pemula.
Lewat platform ini, kamu bisa menampilkan profil sekolah, publikasi kegiatan, informasi SPMB, sampai galeri prestasi siswa dalam satu tempat yang rapi.
Baca Juga :
25 Contoh Web Profil Sekolah Lengkap dari SD SMP SMA SMK
10 Langkah Membuat Website Sekolah dengan WordPress
Sebelum masuk ke teknis, pahami dulu alurnya supaya kamu tidak lompat-lompat.
Kamu mulai dari fondasi, lalu pasang sistem, kemudian atur tampilan, setelah itu susun konten, dan akhirnya optimalkan fungsi penting agar website benar-benar bekerja untuk sekolah:
1. Siapkan Domain dan Hosting
Kamu perlu domain website sekolah sebagai alamat resmi, lalu hosting sebagai ruang penyimpanan seluruh file website.
Jika ingin tampak kredibel, maka kamu bisa pilih ekstensi seperti .sch.id, karena identitas ini langsung memberi kesan formal dan terpercaya.
Setelah itu, kamu pilih layanan hosting yang stabil, punya dukungan teknis cepat, serta menyediakan fitur keamanan memadai.
Jangan hanya tergoda harga murah, sebab kamu butuh performa yang konsisten agar orang tua dan siswa bisa akses informasi tanpa hambatan.
Baca Juga:
Apa Itu Domain Sch Id dan Mengapa Penting untuk Sekolah?
2. Install WordPress pada Hosting
Setelah hosting aktif, langkah membuat website sekolah dengan WordPress selanjutnya yakni kamu masuk ke panel kontrol lalu jalankan installer WordPress otomatis yang biasanya sudah tersedia.
Proses ini cepat karena kamu hanya perlu isi nama situs, username admin, password kuat, serta email aktif.
Begitu instalasi selesai, kamu langsung punya dashboard untuk mengatur seluruh isi website.
Namun, pastikan kamu menyimpan data login dengan aman, kemudian atur pengaturan dasar seperti zona waktu, judul situs, dan struktur tautan.
3. Aktifkan SSL dan Pengaturan Keamanan
Selanjutnya, kamu perlu sertifikat SSL agar website tampil dengan protokol https, karena tanda gembok pada browser memberi rasa aman bagi pengunjung.
Selain itu, kamu sebaiknya aktifkan perlindungan tambahan seperti firewall serta plugin keamanan supaya sistem tetap terlindungi dari serangan spam maupun upaya peretasan.
Baca Juga :
Desain Web Edukatif Sekolah Modern dan Mudah Dikelola!
4. Pilih Tema yang Relevan dengan Identitas Sekolah
Setelah sistem siap, kamu tentukan tampilan. Kamu bisa memilih tema bertema pendidikan yang bersih, ringan, serta responsif.
Tampilan beranda sebaiknya langsung menonjolkan visi sekolah, informasi penting, serta tombol menuju halaman SPMB agar pengunjung cepat memahami arah website.
Selain estetika, kamu perlu cek kecepatan tema serta kemudahan kustomisasi warna dan tipografi supaya identitas sekolah terasa kuat. Dengan tema yang tepat, kamu mempermudah proses branding sejak awal.
5. Pasang Plugin Esensial Sesuai Kebutuhan
Plugin membantu kamu menambah fungsi tanpa perlu menulis kode. Kamu bisa pasang plugin SEO agar halaman mudah muncul pada mesin pencari, kemudian tambahkan formulir kontak untuk pendaftaran siswa baru, serta gunakan page builder jika ingin desain lebih fleksibel.
Namun, kamu tetap perlu selektif karena terlalu banyak plugin bisa memperlambat performa. Jadi, pilih yang benar-benar kamu butuhkan, lalu atur dengan rapi agar sistem tetap ringan dan stabil.
6. Susun Struktur Halaman Utama
Sekarang kamu mulai membangun isi. Buat halaman beranda yang ringkas namun informatif, lalu siapkan halaman profil sekolah yang memuat visi, misi, sejarah, serta sambutan kepala sekolah.
Tambahkan juga halaman guru dan staf supaya orang tua mengenal tim pengajar, kemudian sediakan halaman berita untuk publikasi kegiatan.
Jangan lupa halaman kontak lengkap dengan peta lokasi serta halaman khusus SPMB agar calon siswa mudah mengakses informasi pendaftaran. Struktur yang jelas membantu pengunjung menemukan informasi tanpa kebingungan.
7. Atur Navigasi yang Jelas dan Logis
Setelah halaman tersedia, kamu atur menu utama agar susunannya logis. Letakkan profil, berita, SPMB, dan kontak pada posisi strategis supaya mudah terlihat.
Kamu juga bisa menambahkan submenu jika informasi cukup banyak, namun tetap jaga agar navigasi tidak rumit.
Menu yang rapi membuat pengalaman pengguna terasa nyaman, sehingga pengunjung betah menjelajah lebih lama dan lebih percaya pada profesionalitas sekolah.
8. Isi Konten yang Aktual dan Relevan
Website sekolah tidak boleh kosong atau jarang diperbarui. Kamu perlu rutin mempublikasikan kegiatan siswa, prestasi lomba, agenda penting, serta pengumuman resmi.
Gunakan bahasa yang jelas dan hangat agar orang tua merasa dekat. Sertakan foto kegiatan agar halaman terasa hidup, lalu tulis artikel yang menjawab pertanyaan umum seputar pendaftaran maupun kurikulum.
9. Optimalkan Tampilan untuk Perangkat Mobile
Sebagian besar orang tua mengakses informasi lewat ponsel, maka kamu wajib memastikan tampilan tetap nyaman pada layar kecil.
Cek ukuran teks, jarak antar elemen, serta kecepatan muat halaman. Jika perlu, kamu sesuaikan tata letak agar tombol penting mudah ditekan.
Optimalisasi ini membantu kamu menjaga kenyamanan akses sekaligus meningkatkan peluang kunjungan ulang.
10. Lakukan Uji Coba dan Publikasikan Secara Resmi
Sebelum mengumumkan website, kamu cek seluruh tautan, formulir, serta fungsi menu. Pastikan tidak ada halaman kosong atau kesalahan penulisan.
Setelah semuanya siap, kamu bisa umumkan melalui media sosial sekolah, grup orang tua, serta papan informasi resmi. Dengan peluncuran yang terencana, maka kamu memperkenalkan wajah digital sekolah secara profesional dan meyakinkan.
Baca Juga:
Hosting Website Sekolah: 7 Kriteria Wajib 2026
Setelah Website Sekolah Siap, Saatnya Pilih Hosting yang Tepat
Website sekolah sudah kamu bangun dengan WordPress, tampilannya rapi, halamannya lengkap, kontennya hidup.
Sekarang kamu perlu memastikan fondasinya kuat supaya akses tetap cepat dan stabil saat banyak orang membuka halaman secara bersamaan.
Kamu butuh layanan seperti Hosting Biznet Gio karena menawarkan SSD cepat, SSL gratis, backup otomatis, serta dukungan teknis 24 jam.
Kalau kebutuhan sekolah mulai berkembang dan butuh kontrol server lebih leluasa, kamu juga bisa melirik VPS Biznet Gio yang memberi akses root dan bandwidth gratis.
Pilih sesuai skala kebutuhan, lalu biarkan website sekolah kamu tumbuh tanpa hambatan teknis.
Namun, jika sekolah ingin proses yang lebih praktis dan terarah, Anda bisa mempercayakan pembuatan website kepada MySCH.id sebagai layanan digitalisasi sekolah yang siap membantu dari awal hingga website aktif digunakan.
*artikel ini hasil kerjasama BiznetGio dan MySCH.id