Karena merupakan tempat untuk belajar dan mengenyam pendidikan, pemerintah serta pengurus sekolah perlu memerhatikan kualitas semua satuan pendidikan yang ada di Indonesia. Karena itulah ada instrumen akreditasi satuan pendidikan yang wajib Bapak/Ibu ketahui.
Dulu, aktivitas ini hanya sekadar untuk memenuhi kebutuhan administratif saja. Namun, sejak aturan Kemendikbud Ristek Nomor 246 Tahun 2024 terbit, sudah ada instrumen akreditasi terbaru yang diatur secara khusus untuk meningkatkan mutu satuan didik.
Baca Juga :
Branding Digital Sekolah - Modern dan Profesional!
Pengertian Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan
Sebelum membahas lebih jauh tentangnya, hal pertama yang harus Bapak/Ibu ketahui adalah apa itu instrumen akreditasi. Istilah ini merujuk pada alat ukur valid yang sudah terstandarisasi atau standar baku untuk menilai apakah kualitas sekolah baik atau tidak.
Apabila sekolah sudah memenuhi semua instrumen akreditasi tersebut, maka hasil penilaiannya pun pasti akan memuaskan. Akreditasi yang paling tinggi adalah A, artinya sekolah tersebut sempurna dan berkualitas. Namun jika ada yang kurang, tidak bisa A.
Apabila ada beberapa instrumen akreditasi sekolah 2026 yang belum terpenuhi, maka hasil penilaiannya pun tidak akan terasa maksimal. Tergantung pada kualitas dan seberapa banyak kekurangannya, sekolah akan menerima akreditasi B, C, D dan seterusnya.
Jadi berdasarkan pemaparan di atas, apakah Bapak/Ibu sudah tahu apa itu akreditasi satuan pendidikan? Istilah ini memiliki arti yang mirip dengan penilaian untuk menentukan kelayakan dan mutu sekolah sesuai dengan kriteria atau standar baku tertentu.
Tujuan dan Fungsi
Pada penjelasan di atas, Bapak/Ibu pasti sudah punya gambaran tentang apa manfaat akreditasi bagi satuan pendidikan, seperti:
1. Kualitas Sekolah Lebih Terjamin
Karena berorientasi pada kualitas, sekolah yang telah memenuhi semua instrumen akreditasi satuan pendidikan bisa dengan percaya diri menjamin kualitas pendidikan di sana. Jadi, sekolah sudah dianggap layak dan mampu untuk mendidik para siswa dan siswinya.
2. Menarik Minat Siswa Terbaik
Pada zaman sekarang, siswa dan orang tua siswa jelas akan memerhatikan akreditasi sekolah sebelum mendaftarkan putra putri mereka. Karena itu, para siswa terbaik sudah pasti akan memilih sekolah terbaik yang sudah lolos akreditasi dan mendapat nilai A.
Akreditasi adalah jaminan bahwa siswa akan mendapatkan program pendidikan terbaik yang sudah sesuai dengan standar. Semakin tinggi akreditasi sekolah, maka akan semakin tinggi pula standar program pendidikan yang berlaku dan berlangsung di sana.
Baca Juga :
Website Sekolah untuk Akreditasi BAN-S/M (Perlu Diedit Bagian Ini Linknya)
Komponen dan Indikator Akreditasi
Terkait dengan instrumen akreditasi satuan pendidikan, ada beberapa komponen dan indikator penilaian yang perlu Bapak/Ibu ketahui. Komponen dan indikator ini bisa Bapak/Ibu jadikan acuan sebelum proses akreditasi, yaitu seperti pada penjelasan di bawah!
1. Kualitas Siswa dan Lulusan
Salah satu instrumen akreditasi SMA, SMP, SD, dan jenjang lainnya yang punya peran vital dalam penilaian adalah kualitas siswa dan lulusan. Hal ini karena mereka adalah “bukti” nyata apakah hasil sekolah selama 3-6 tahun di sekolah sudah optimal atau belum.
Ada banyak indikator penilaian pada instrumen yang satu ini, termasuk prestasi siswa, karakter siswa, dan lain-lain. Jadi, salah satu dokumen yang harus disiapkan untuk akreditasi sekolah adalah data para siswa dan lulusan dari satuan pendidikan tersebut.
Jangan lupa juga untuk menerapkan implementasi P5 selama proses belajar mengajar agar sesuai dengan kurikulum yang berlaku sekarang. Karena P5 sangat berorientasi pada pendidikan karakter, Bapak/Ibu pasti akan mendapat nilai tinggi saat akreditasi.
2. Kompetensi Guru
Selain siswa, instrumen akreditasi satuan pendidikan lain yang tidak kalah penting adalah kompetensi guru. Pasalnya, guru merupakan pioneer penting dalam proses belajar mengajar, sehingga mereka harus memiliki kompetensi yang layak sebagai tenaga pengajar.
Badan akreditasi biasanya juga akan menilai bagaimana guru membuat rencana dan mengevaluasi rencana tersebut setelah saat pembelajaran. Hal ini berlaku sebagai salah satu instrumen akreditasi PAUD, TK, SD, SMP, SMA, dan satuan pendidikan lainnya.
3. Proses Belajar Mengajar
Meskipun rencana dan evaluasinya sudah bagus, terkadang proses penerapan belajar mengajar di kelas masih kurang optimal. Karena itu, instrumen akreditasi satuan pendidikan yang satu ini juga tidak kalah penting untuk memastikan jika sekolah berkualitas.
Proses penilaian akan fokus pada pemilihan metode pembelajaran, eksekusi rencana, dan partisipasi siswa selama di kelas. Selain itu, penting juga untuk memerhatikan relevansi metode dan sistem belajar mengajar agar tidak ketinggalan zaman.
Karena kini zaman sudah semakin berkembang, Bapak/Ibu bisa menerapkan sistem sekolah digital agar pembelajaran tetap relevan. Pastikan juga alat bantu belajar yang ada di dalam kelas sudah benar-benar membantu para siswa untuk belajar.
4. Manajemen Sekolah
Terakhir, standar untuk akreditasi lain yang tidak kalah penting adalah manajemen sekolah. Pihak manajemen harus selalu membuktikan bahwa lingkungan sekolah aman dan inklusif untuk semua siswa. Semua siswa harus bisa mendapatkan akses yang serupa.
Selain itu, manajemen sekolah juga harus membangun sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan siswa selama di sekolah. Beberapa contoh yang paling umum adalah perpustakaan, gymnasium atau lapangan olahraga, laboratorium, dan lain-lain.
Baca Juga :
Optimalisasi Sekolah dengan Sistem Manajemen Sekolah Online
Instrumen Akreditasi Terbaru
Seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan di sekolah pun ikut berubah. Ada beberapa komponen butir indikator instrumen akreditasi yang perlu Bapak/Ibu perhatikan, yaitu sebagai berikut!
1. Tenaga Didik
Karena kebutuhan setiap siswa yang bisa saja berbeda, para tenaga didik wajib memenuhi berbagai jenis standar indikator berikut ini!
- Memberi dukungan emosional pada peserta didik.
- Menciptakan suasana yang aman dan nyaman di dalam kelas.
- Proses pembelajaran harus selalu efektif dan punya makna yang jelas.
- Guru bisa memberikan fondasi terkait moral, nilai pancasila, kemampuan kognitif, dan juga kemampuan sosial siswa.
2. Kepala Sekolah
Selain guru, kepala sekolah juga perlu memenuhi beberapa indikator berikut dalam instrumen akreditasi terbaru!
- Terapkan budaya yang profesional untuk tenaga didik dan peserta didik, lengkap dengan evaluasi.
- Menciptakan proses pembelajaran yang kolaboratif dan partisipatif.
- Memastikan pengelolaan anggaran sudah sesuai dengan rencana.
- Memastikan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran sudah terpenuhi.
- Mengembangkan kurikulum yang selaras dengan kurikulum nasional.
Penutup
Seiring dengan berjalannya waktu, instrumen akreditasi satuan pendidikan pun ikut berubah. Kini tidak hanya fokus pada administrasi, namun juga indikator lain. Bapak/Ibu juga bisa membuat website sekolah di MySCH.id untuk bantu proses akreditasi sekolah semakin bagus dan meningkatkan branding!