Akhir-akhir ini, Bapak/Ibu pasti sering mendengar istilah “P5” di lingkup sekolah dalam berbagai jenjang, entah itu jenjang TK, SD, SMP, maupun SMA. Hanya saja, masih banyak orang yang kebingungan tentang apa definisinya dan bagaimana implementasi P5.
Karena itu, Bapak/Ibu bisa mengenal lebih jauh tentang bagaimana implementasi P5 di sekolah pada penjelasan di bawah ini. Namun sebelum itu, simak dulu penjelasan soal definisi dan pentingnya eksistensi P5 penting agar tahu mengapa harus mulai diimplementasikan.
Baca Juga :
Branding Digital Sekolah - Modern dan Profesional!
Apa Itu P5 dan Mengapa Eksistensinya Penting?
Secara garis besar, P5 adalah singkatan dari “Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila”, sebuah konsep baru dalam Kurikulum Merdeka. Berdasarkan konsep tersebut, proses pembelajaran siswa harus selalu menekankan pada nilai-nilai luhur Pancasila.
Tujuannya untuk meningkatkan karakter sekaligus kemampuan siswa di sekolah, sehingga menghasilkan peserta didik yang unggul di bidang akademik dan memiliki karakter kuat sesuai Pancasila. Jadi, saat kembali ke masyarakat mereka bisa selalu berperilaku baik.
Latar belakang lahirnya prinsip P5 adalah karena karakter peserta didik yang relatif buruk di area sekolah maupun saat mereka kembali ke masyarakat. Hal yang paling menonjol adalah menurunnya rasa hormat, rasa keadilan sosial, kepekaan terhadap isu tertentu, dan lainnya.
Hasilnya, muncul paham radikal yang merugikan diri sendiri dan masyarakat luas. Peserta didik juga cenderung lebih intoleran dan tidak menghargai orang lain, termasuk teman, guru, dan orang tua. Jadi, P5 hadir untuk memperbaiki karakter para peserta didik.
Baca Juga :
Website Sekolah Madrasah Profesional - Buat Mudah Cepat!
Contoh Implementasi P5 di Lingkup Sekolah
Setelah tahu lebih banyak pengertian P5 dan latar belakang penciptaannya, kini saatnya untuk mengulik implementasinya di sekolah. Implementasi dari pendidikan karakter ini mungkin bisa berbeda di setiap jenjang, seperti beberapa contoh di bawah ini!
1. Pendidikan Usia Dini dan Taman Kanak-Kanak
Pendidikan karakter perlu diperkenalkan ke anak-anak sejak usia dini. Karena itu, Bapak/Ibu harus tahu bagaimana contoh implementasi P5 di PAUD dan contoh implementasi P5 di TK. Salah satunya seperti menanamkan kebiasaan memberi salam.
Setelah mengucap salam, biasakan untuk berdoa sebelum memulai kegiatan belajar mengajar. Aktivitas ini sebenarnya sudah sangat lumrah sejak zaman dulu, namun banyak terlupakan. Padahal, ini merupakan implementasi sila pertama dan kedua dalam Pancasila.
Hasilnya, peserta didik harus terbiasa untuk melakukan kedua hal tersebut di setiap harinya. Masa-masa paling ideal untuk memperkenalkan dan menanamkan kebiasaan tersebut adalah saat PAUD dan TK. Jadi, mereka akan membawanya di jenjang berikutnya.
Contoh lain yang bisa Bapak/Ibu coba adalah membuat hiasan atau dekorasi kelas bersama-sama. Pasalnya, selain dapat memantik kreativitas bagi para peserta didik, mereka juga bisa belajar tentang kerja sama dan tanggung jawab sesuai nilai Pancasila.
2. Sekolah Dasar (SD)
Sama seperti di PAUD dan TK, contoh untuk implementasi P5 di SD juga penting untuk membangun karakter peserta didik yang baik dan kuat. Salah satu contoh yang paling umum adalah dengan cara mendekatkan peserta didik dengan warisan budaya.
Akhir-akhir ini, semakin banyak peserta didik yang merasa jauh dan tidak kenal dengan warisan budaya di daerah tempat tinggal mereka. Jadi, Bapak/Ibu bisa membuat program atau proyek budaya, contohnya dengan mementaskan Wayang Orang.
Ajak peserta didik untuk ikut serta dalam pementasannya dari awal hingga proyek selesai. Bimbing mereka sejak proses pembuatan ide, penunjukkan peran, pembuatan mind map atau rencana untuk tampil, latihan, pemilihan kostum, hingga pementasan.
Baca Juga :
Website Sekolah Islam Profesional Mulai 1 Jutaan? Bisa!
3. Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Sedangkan untuk penerapan P5 di SMP, Bapak/Ibu bisa mulai memperkenalkan para peserta didik pada pentingnya gerakan 3R, yaitu reduce, reuse, dan recycle. Hal ini berkaitan dengan kampanye untuk mengurangi sampah di lingkungan sekolah dan tempat tinggal.
Coba buat proyek menyulap sampah jadi barang tertentu, misalnya seperti bungkus bekas kopi jadi tas, botol bekas jadi pot, dan lain-lain. Bapak/Ibu bahkan bisa memuat proyek ini di portal sekolah online dan membagikannya ke masyarakat yang lebih luas.
Aktivitas ini tidak hanya melatih para peserta didik untuk terus kreatif, namun juga agar mereka lebih bertanggung jawab dan peka terhadap lingkungan. Hasil dari kreativitas tersebut juga bisa dijual oleh mereka sendiri dan menanamkan jiwa-jiwa kewirausahaan.
4. Sekolah Menengah Atas (SMA)
Khusus untuk implementasi P5 di SMA, Bapak/Ibu bisa membuat proyek yang lebih serius karena peserta didik akan kembali ke masyarakat dalam waktu dekat. Contohnya adalah simulasi musyawarah yang merupakan implementasi dari sila ke-4 Pancasila.
Supaya terasa lebih menyenangkan, coba lakukan permainan peran sebagai anggota DPR, perwakilan mahasiswa, atau peran lainnya. Pilih tema musyawarah yang sedang hangat di masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan kepekaan terhadap isu sosial.
Para peserta didik tidak harus selalu mengungkapkan pendapat mereka sendiri, namun menempatkan diri pada peran yang sedang dijalani. Jadi, mereka akan tahu bagaimana kehidupan bermasyarakat yang sebenarnya saat ini dari sudut pandang berbeda.
5. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Lalu, untuk contoh pelaksanaan P5 di SMK, Bapak/Ibu bisa membuat proyek yang relevan dengan jurusan mereka. Sebagai contoh, untuk peserta didik di jurusan Teknologi Informasi, Bapak/Ibu dapat mengenalkan mading di sistem sekolah digital.
Melalui mading, para peserta didik bisa membagikan isu-isu penting yang sedang hangat di masyarakat. Tapi karena bentuk mading tersebut adalah online, selain bisa membaca isunya, kemampuan akademis siswa terkait teknologi informasi pun akan bertambah.
Pilihan isunya dapat Bapak/Ibu sesuaikan dengan kebutuhan, namun para peserta didik wajib berperan aktif dalam proses pembuatan mading. Bisa berupa poster, tulisan, atau ajakan untuk melakukan aktivitas aktif tertentu yang berguna bagi masyarakat.
Baca Juga :
Website Resmi Sekolah - Contoh Terbaik & Standar Profesional
Pentingnya Layanan Website Sekolah untuk Penerapan P5
Seperti pada penjelasan di atas, beberapa program P5 bisa Bapak/Ibu terapkan dengan lebih baik jika ada digitalisasi di dalam sistem sekolah. Karena itu, layanan website sekolah seperti MySCH.id sangat penting.
Implementasi P5 dan Kurikulum Merdeka lain pasti akan lebih efektif dengan layanan percepatan digitalisasi sekolah terbaik ini. Jadi, ayo segera pilih paket website di MySCH.id yang paling sesuai kebutuhan sekolah sekarang juga!