Selama bertahun-tahun, buku rapor dimanfaatkan untuk menyampaikan hasil belajar siswa kepada orang tua. Seiring berjalannya waktu, sekolah mulai melihat bahwa sistem ini tidak praktis. Ada opsi lain yang lebih modern berupa rapor online.
Bukan hanya menggantikan buku rapor fisik, e-rapor online ikut pula memengaruhi cara sekolah mengelola data akademik siswa. Semua nilai kini tersimpan secara digital sehingga lebih aman dan memudahkan pencarian.
Baca Juga:
E-Raport Terbaik untuk Penilaian Digital Sekolah
Masalah-Masalah Rapor Konvensional
Walaupun masih digunakan di beberapa sekolah, sistem rapor konvensional menyimpan berbagai kendala yang sering menghambat pekerjaan guru. Mulai dari pencatatan manual hingga rekapitulasi nilai yang memakan waktu.
Sangat berbeda jika pihak sekolah mulai memanfaatkan rapor online. Cara kerja e-raport online sendiri terbilang lebih efisien, tidak perlu banyak waktu untuk mengisi dan membagikan nilai.
1. Pengisian yang Rumit
Rapor pendidikan konvensional sering kali membutuhkan proses pengisian nilai yang panjang dan melelahkan. Guru harus memasukkan nilai satu per satu ke dalam format tertentu, kemudian memastikan tidak ada angka yang salah tulis maupun salah hitung.
Dalam praktiknya, guru juga harus melakukan proses hitung rata-rata nilai secara manual. Jika terdapat banyak komponen penilaian, seperti tugas, kuis, UTS, UAS, proyek, hingga praktik, maka peluang terjadinya kesalahan perhitungan menjadi semakin besar.
Untuk mengurangi beban administratif tersebut, banyak sekolah mulai melirik rapor berbasis digital. Hasilnya lebih cepat, lebih akurat, dan memberikan waktu lebih banyak bagi guru untuk fokus pada proses pembelajaran.
2. Sulitnya Menyesuaikan Template Setiap Ada Perubahan Kurikulum
Berubahnya kurikulum memang membawa konsekuensi terhadap format rapor yang digunakan sekolah. Ketika struktur penilaian berubah, guru harus kembali menyesuaikan format dokumen secara manual.
Bahkan terkadang harus membuat ulang seluruh template dari awal. Hal ini tentu memakan waktu yang tidaklah sedikit. Selain mengubah desain rapor, guru juga harus memastikan seluruh komponen penilaian sesuai dengan aturan terbaru.
Sebagai contoh, perubahan ke Kurikulum Merdeka misalnya. Komponen penilaiannya jauh lebih fleksibel dibandingkan kurikulum sebelumnya. Sekolah dituntut untuk mampu menyesuaikan format laporan hasil belajar agar tetap relevan dengan kebijakan terbaru ini.
Jika menggunakan aplikasi rapor digital, penyesuaiannya akan lebih mudah. Sistem hanya membutuhkan pembaruan aplikasi saja. Tidak perlu lagi mengubah format secara manual dan satu per satu.
3. Tidak Bisa Dilihat Dimana Saja dan Kapan Saja
Apakah nilai rapor bisa dilihat secara online? Pertanyaan ini kerap dilontarkan orang tua yang masih menerima buku rapor fisik. Orang tua cenderung kesulitan untuk tahu cara cek nilai anaknya.
Apabila ingin melihat kembali nilai anak, orang tua harus membuka buku rapor fisik. Kondisi ini sangat tidak memungkinkan bagi orang tua yang sedang tidak berada di rumah atau bahkan sudah menyimpan rapor di tempat lain.
Bingung Menyusun Nilai dan Rekap Raport Siswa?
Jangan sampai agenda raport anda melelahkan karena masih serba manual.
Gunakan sistem rapor digital yang membantu guru mengelola nilai, deskripsi, ekstrakurikuler, dan pencetakan rapor dalam satu platform.
Pelajari Selengkapnya Konsultasi GratisMasalah semacam ini membuat akses informasi ke rapor anak menjadi kurang fleksibel. Terutama jika orang tua berada di luar kota atau ingin mengetahui perkembangan belajar anak sebelum jadwal pembagian rapor tiba.
Melalui aplikasi rapor digital, cara cek nilai siswa akan jauh lebih mudah. Orang tua dapat memanfaatkan komputer maupun smartphone untuk mengakses nilai anak. Tidak perlu lagi bergantung dengan rapor fisik.
Baca Juga:
Aplikasi E-Rapor Kurikulum Merdeka Terbaik untuk Sekolah
Rekomendasi Aplikasi Rapor Online yang Punya Fitur Lengkap
Jangan sampai salah ketika memilih aplikasi rapor online untuk sekolah. Kehati-hatian dan kecermatan saat memilih wajib untuk diutamakan. Pemilihan aplikasi yang asal akan merugikan pihak sekolah di kemudian hari.
Idealnya, pilih aplikasi rapor yang memiliki fitur input nilai, pengelolaan absensi, pencetakan rapor, rekap nilai, hingga akses khusus bagi siswa dan orang tua. Semakin lengkap fiturnya, semakin sedikit pekerjaan yang harus dilakukan secara manual.
Salah satu pilihan terbaik untuk aplikasi rapor digital tentu saja MySCH.id. Pihak sekolah tidak perlu bingung dengan cara membuat e-rapor dari nol. Ada aplikasi siap pakai yang bisa langsung diimplementasikan.
Tidak hanya mengutamakan kemudahan penggunaan semata, aplikasi rapor digital buatan MySCH.id juga sudah mengikuti kebijakan kurikulum terbaru. Praktis dan efisien untuk berbagai jenjang pendidikan di Indonesia.
Baca Juga:
E-Raport Terbaik untuk Penilaian Digital Sekolah
Cara Pesan Aplikasi Rapor Online MySCH.id
Proses pemesanan aplikasi rapor online MySCH.id sebanrnya sangat sederhana. Bapak/Ibu tidak perlu mengkhawatirkan cara pesan yang berbelit-belit. Hanya perlu ikuti beberapa langkah pemesanan berikut ini.
1. Konsultasi Melalui WA
Tahap pertama dimulai dengan menghubungi tim MySCH.id melalui WhatsApp. Pihak sekolah hanya perlu menyampaikan kebutuhan serta jumlah pengguna yang akan menggunakan sistem ini.
Tim akan memberikan penjelasan mengenai fitur-fitur yang tersedia beserta rekomendasi paket yang paling sesuai. Konsultasi ini akan sangat membantu sekolah menentukan solusi terbaik sebelum melakukan pemesanan aplikasi rapor digital online.
Selain bertanya tentang fitur dan paket penawaran yang ada, manfaatkan waktu konsultasi untuk menanyakan beberapa hal lain. Misalnya tentang implementasi rapor, proses migrasi data, dan kebutuhan perangkat yang diperlukan. Wajib tanyakan sedetail mungkin.
2. Isi Format Pemesanan
Pihak sekolah akan diminta mengisi formulir pemesanan sesudah menentukan paket pembelian. Informasi yang tercantum di formulir mencakup identitas sekolah dan kebutuhan sistemnya.
Semakin lengkap data yang terisi, semakin cepat pula proses persiapan sistem rapor digital dimulai. Dari data inilah tim MySCH.id akan melakukan konfigurasi aplikasi sehingga sesuai dengan kondisi masing-masing sekolah.
3. Lakukan Pembayaran
Masuk ke bagian inti pemesanan aplikasi rapor online, pihak sekolah perlu membayar sesuai dengan paket layanan yang dipilih. Pastikan pula melakukan verifikasi pembayaran agar komunikasi dengan tim MySCH.id tetap terhubung.
Tidak ada biaya tambahan lain di luar paket layanan. Transparan dan sangat memudahkan sekolah yang baru pertama kali tertarik menggunakan rapor digital. Artinya, pihak sekolah akan mendapatkan pelayanan sesuai dengan pilihan paket pemesanan aplikasi.
4. Aktivasi dan Data Awal
Jika pembayaran sudah terkonfirmasi, tim MySCH.id akan mulai mengaktifkan akun sekolah. Pada tahap ini, data awal seperti identitas sekolah, kelas, mata pelajaran, guru, dan siswa mulai dimasukkan ke dalam sistem rapor digital.
Seluruh konfigurasi dilakukan agar aplikasi siap digunakan sejak hari pertama penerapan. Pengelolaan nilai pun bisa langsung dimulai ketika tahun ajaran berjalan. Tidak perlu menunggu terlalu lama.
5. Pelatihan dan Panduan
Supaya penggunaan rapor online lebih optimal, MySCH.id sudah menyediakan pelatihan penggunaan sistem. Guru akan diperkenalkan dengan setiap fitur aplikasi, mulai dari input nilai hingga proses cetak rapor.
6. Maintenance
Layanannya tidak berhenti setelah aplikasi digunakan. Tim MySCH.id tetap memberikan dukungan teknis apabila terjadi kendala selama operasional. Jika sekolah membutuhkan bantuan, tim siap memberikan solusi yang responsif.
Penutup
Penggunaan rapor online terbukti mampu mengurangi pekerjaan administratif sekaligus meningkatkan akurasi pengelolaan nilai. Aplikasi rapor digital dari MySCH.id adalah jawaban terbaiknya.