Menjelang tahun ajaran baru, Bapak/Ibu perlu segera memperbarui semua sistem di sekolah agar sesuai dengan kebutuhan pada era digital. Salah satunya adalah e-rapor SMA, yang eksistensinya sangat penting untuk memaksimalkan efisiensi penilaian kompetensi siswa.
Khusus yang belum tahu e-rapor SMA itu apa, istilah ini merujuk pada aplikasi yang berisi sistem penilaian kompetensi siswa secara digital. Sistemnya paling pas untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), namun beberapa aplikasi bisa digunakan untuk jenjang lain.
Baca Juga:
Aplikasi E-Rapor Kurikulum Merdeka Terbaik untuk Sekolah
Rekomendasi Aplikasi E-Rapor SMA Terbaik
Setelah punya gambaran soal definisinya, kini saatnya untuk membahas rekomendasi aplikasi e-rapor terbaik untuk jenjang SMA. Hingga kini, aplikasi e-rapor dari MySCH.id masih jadi pilihan terbaik karena punya fitur terlengkap seperti pada penjelasan berikut!
1. Template Kurikulum Beragam
Ketika memesan e-rapor online, Bapak/Ibu harus memastikan dulu apakah template aplikasi sudah sesuai dengan kurikulum yang berlaku atau belum. Tujuannya agar proses pengisian rapor berjalan dengan lebih efektif, tidak perlu formatting ulang berkali-kali.
Untungnya, di aplikasi e-rapor SMA buatan MySCH.id Bapak/Ibu bisa custom format kurikulum. Jika butuh aplikasi untuk Kurikulum Merdeka, maka bisa memesannya dengan template ini. Bila di sekolah menerapkan kurikulum lain, maka bisa disesuaikan.
Hal ini karena kolom penilaian, satuan nilai, dan hal-hal lainnya bisa saja berbeda antara satu kurikulum dengan kurikulum lainnya. Jadi sayang rasanya jika sekolah Bapak/Ibu sudah punya sistem rapor digital yang bagus namun formatnya tidak sesuai kurikulum.
2. Pengaturan Bobot Penilaian
Selain punya pilihan template yang sangat beragam, aplikasi e-rapor dari MySCH.id juga punya pengaturan bobot penilaian yang bisa Bapak/Ibu sesuaikan dengan kebutuhan sekolah. Jadi, dapat mengatur kriteria ketuntasan minimal dan bobot penilaian lainnya.
Hal ini bisa membuat proses pembuatan e-rapor siswa jadi lebih cepat dan mudah, mengingat ada sistem dalam aplikasi yang akan membantu mencatat nilai otomatis. Beberapa otomatisasi sistem yang sudah tersedia adalah menghitung nilai rata-rata dan predikat.
Bahkan kini, guru dan tenaga pengajar lainnya tidak perlu mencatat deskripsi capaian siswa secara manual karena sistem akan membuatkannya secara otomatis. Jika dulu butuh berhari-hari hingga beberapa minggu untuk mengisi rapor, kini bisa jauh lebih cepat.
3. Manajemen P5
Pada beberapa kurikulum, khususnya di Kurikulum Merdeka, nilai akademis bukan jadi satu-satunya sumber penilaian bagi siswa. Sebagai guru, Bapak/Ibu juga perlu mengelola penilaian Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) agar siswa lebih berkarakter.
Untungnya, di aplikasi e-rapor SMA Kurikulum Merdeka dari MySCH.id, fitur manajemen P5 tersebut sudah tersedia dan siap untuk Bapak/Ibu gunakan. Fungsinya jelas, yaitu untuk melihat bagaimana setiap proyek berlangsung di setiap semester untuk semua siswa.
Bapak/Ibu dapat mengelola semua hal yang terkait dengan P5, termasuk perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, hingga penilaian. Nantinya, hasil akhir penilaian bisa Bapak/Ibu masukkan ke dalam template yang tersedia, super mudah dan cepat.
4. Custom Kop dan Sampul Rapor
Setiap sekolah pasti punya kop dan sampul rapor yang berbeda, sehingga sekolah perlu memesan e-rapor SMA yang bisa custom keduanya. Inilah alasan kenapa aplikasi e-rapor dari MySCH.id bisa jadi pilihan terbaik, mengingat semuanya bisa custom di sini.
Bingung Menyusun Nilai dan Rekap Raport Siswa?
Jangan sampai agenda raport anda melelahkan karena masih serba manual.
Gunakan sistem rapor digital yang membantu guru mengelola nilai, deskripsi, ekstrakurikuler, dan pencetakan rapor dalam satu platform.
Pelajari Selengkapnya Konsultasi GratisSudah ada template kop dan sampul rapor yang tersedia, sehingga Bapak/Ibu bisa mengubahnya sesuai dengan kebutuhan sekolah. Tinggal ganti logonya dengan logo sekolah, namanya dengan nama sekolah, alamatnya dengan alamat sekolah, dan seterusnya.
Hal yang sama juga berlaku untuk bagian sampul rapor, mengingat Bapak/Ibu hanya tinggal menyesuaikan template. Artinya, Bapak/Ibu tidak perlu lagi membuat dan menyusunnya dari awal, mengingat semua template yang dibutuhkan sudah ada di aplikasi.
5. Terintegrasi dengan Aplikasi Lain
Alasan lain kenapa aplikasi e-rapor sekolah dari MySCH.id dapat jadi pilihan terbaik adalah karena bisa Bapak/Ibu integrasikan dengan aplikasi lain. Jadi, Bapak/Ibu bisa menganalisis data siswa dan berbagai jenis bobot penilaian dengan jauh lebih cepat dan mudah.
Semua datanya tersimpan dengan aman di Cloud, mengingat aplikasi ini adalah aplikasi e-rapor berbasis website. Hal ini membuat proses integrasi dengan aplikasi lain jadi lebih mudah tanpa harus repot memindahkan data secara manual antar aplikasi.
Karena tersimpan di Cloud, Bapak/Ibu juga dapat melihat riwayat penilaian di semester-semester sebelumnya. Jadi tidak perlu khawatir data hilang karena semuanya pasti pasti tersimpan dengan aman selama tak ada yang menghapusnya dengan sengaja.
Baca Juga:
E-Raport Terbaik untuk Penilaian Digital Sekolah
6. Fitur Pengawasan agar Hasil Penilaian Transparan
Sebelum adanya aplikasi e-rapor dari MySCH.id, orang tua atau wali siswa harus menunggu lama untuk melihat nilai anak mereka. Namun sekarang, hasil penilaian bisa mereka lihat dengan lebih transparan hanya dengan mengakses aplikasi e-rapor secara online.
Artinya, orang tua atau wali bisa melihat hasil penilaian kompetensi anak mereka kapan saja dan di mana saja tanpa harus datang langsung ke sekolah. Bahkan, pada aplikasi yang sama mereka bisa melihat bagaimana perkembangan nilai anak di setiap semester.
Selain oleh orang tua, hasil penilaian ini juga bisa dilihat oleh kepala sekolah dan orang yang berwenang lainnya. Datanya juga jelas, bisa Bapak/Ibu temukan di dashboard secara langsung, sehingga tidak sulit digunakan oleh orang tua, wali, dan kepala sekolah.
7. Fitur Cetak Rapor
Terakhir, ada fitur yang tidak kalah penting di aplikasi e-rapor dari MySCH.id, yaitu fitur cetak rapor. Hal ini karena rapor fisik masih sangat esensial di semua sekolah di Indonesia, sehingga Bapak/Ibu tetap harus menyiapkan dan membagikannya di setiap akhir semester.
Cara mencetak rapornya pun sama sekali tidak sulit karena ada fitur ekspor PDF. Jadi, data yang ada di aplikasi bisa tersimpan di perangkat dalam bentuk file PDF dengan format sesuai kurikulum yang berlaku. Lalu, tinggal cetak dengan printer atau alat lain.
Penutup
Eksistensi e-rapor SMA kini sangat vital karena bisa membuat proses pencatatan laporan penilaian kompetensi jadi lebih mudah dan cepat. Bagi sekolah yang ingin meningkatkan efisiensi pengisian rapor digital, bisa gunakan aplikasi e-rapor dari MySCH.id.